| ditengah depresi berkelanjutan | 9.12.2012 | leave me ♥? |
sangat-sangat menyesal karena lagi-lagi harus menuliskan serentetan keluhan. keluhan yang nggak berujung sebenernya. cuma bisa diceritain. nggak bisa diselesaikan sendiri. bukan sesuatu yang bisa diceritain sebenernya. lebih mengarah ke aib sebuah kelompok. yang unfortunately... aku bagian dari kelompok itu. salah satu yang nggak bisa melakukan apa-apa. bukan karena aku nggak mampu melakukan sesuatu. aku mampu kok... cuma aku ada di posisi yang tidak pada tempatnya untuk melakukan sesuatu. nggak, bukan karena aku menginginkan tempat itu. aku mau semuanya berjalan lebih baik. lebih keurus. rasanya berat untuk ngeliat semuanya terbengkalai sia-sia gini. for heaven's sake! some of us trying so bad to make it better, and another one just trying to ruin everything! capek... pengen rasanya mendadak berubah jadi sengak lagi. tapi lagi-lagi keinget kalo omonganku itu... seriously. kalo lagi marah mending nggak usah ngomong daripada banyak hati berjatuhan karena sakit hati sama omonganku. lebih baik diem. nunggu mereka sadar sendiri. tapi kalo nggak sadar-sadar gimanaaaa? bahkan aku udah mulai angkat bicara... dengan cara yang sangat jauh lebih halus dari apa yang sebenernya pengen aku bilang. tapi nggak ada yang ngerti sama arti omonganku. sedih? enggak. aku cuma pengen angkat tangan, gampar mereka satu-satu, pengen mereka sadar. sesuatu yang harusnya mereka prioritaskan, malah mereka tinggal. kelompok itu bukan cuma terdiri dari mereka. pernah mikirin kami? orang-orang yang kalian hamburkan waktunya untuk menunggu. apa cuma kalian yang punya kehidupan? apa cuma kalian yang selalu harus dingertiin? apa cuma kalian yang harus dimaafkan? capek! bosen! bukan cuma sekali lho aku negur... tapi bahkan waktu aku negur, langsung didepan muka orangnya... dia nggak sadar! hebat kan? banget!
Labels: middle finger up